Social Buttons

Follow

PERBEDAAN SEKOLAH INDONESIA DENGAN SEKOLAH DI FINLANDIA

Beberapa minggu yang lalu, saya membaca
pernyataan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan , Anies Baswedan, tentang
penerapan ide sistem pendidikan yang
dituangkan oleh Ki Hajar Dewantara di
Finlandia. Penerapan ini berujung pada kualitas
pendidikan di Finlandia yang memang diakui
oleh dunia. WOW! AMAJING!

Saya sendiri belum pernah membaca buku
Taman Siswa karya Bapak Pendidikan Nasional
Indonesia - yang mungkin juga menjadi Bapak
Pendidikan Nasional Finlandia - itu. Saya juga
tidak tahu apakah saya bisa mendapatkan
buku ini dengan mudah. Mungkin buku yang
sudah dianggap usang (baca: kuno) ini perlu
dicetak ulang dan didistribusikan di seluruh
perpustakaan di Indonesia.
Oleh karena itu, saya tidak akan menuliskan
apa yang tertulis dalam buku tersebut. Alih-
alih, saya ingin menyampaikan apa yang
dilakukan oleh orang Finlandia dalam dunia
pendidikan. Paling tidak ini merupakan hasil
pengamatan saya terhadap dua orang anak
saya yang kini sedang mengalami sistem
pendidikan di Finlandia.

Pertama, pendidikan dasar di Finlandia dimulai
dari usia tujuh tahun. Apabila ada seorang
anak yang pindah ke Finlandia, maka ia akan
ditempatkan di kelas yang sesuai dengan
usianya. Tidak ada tes atau wawancara untuk
menetapkan kelas yang cocok untuk anak itu.
Usia menjadi acuan terpenting dalam
menentukan kelas seorang anak. Jadi,
walaupun anak bungsu saya sudah selesai
kelas 1 saat di Indonesia, ia tetap harus
memulai sekolahnya di Finlandia di kelas 1.
Apakah karena kendala bahasa Inggris? Tidak!
Ia fasih menggunakan bahasa internsional itu
untuk berkomunikasi. Alasannya adalah anak
belajar lebih nyaman bersama dengan yang
seusia dengannya.
Di Indonesia, usia anak mulai memasuki
pendidikan dasar adalah enam tahun. Saya
tidak akan memperdebatkan mana yang lebih
baik, tetapi ada orang tua yang ingin
memasukkan anaknya yang masih di bawah
umur untuk sekolah dengan alasan sudah
mampu mengikuti pelajaran. Bahkan, semakin
muda seorang anak berada di sebuah kelas,
misalnya berusia 10 tahun saat duduk di kelas
6, semakin menjadi sebuah kebanggaan
tersendiri bagi orang tua dan keluarga. Anak
yang menyelesaikan SMP dalam dua tahun
dianggap anak yang cerdas. Anak yang sudah
menjadi mahasiswa di usia 15 tahun dinilai
sebagai anak yang berbakat. Apakah memang
demikian? Apakah kecerdasan seorang anak
diikuti dengan perkembangan mental yang
sepadan?

Kedua, pendidikan dasar di Finlandia tidak
memberikan beban PR yang banyak. Siswa
mendapatkan PR dari satu pelajaran setiap
hari, tidak lebih. Selain itu, PR tersebut dapat
diselesaikan dalam waktu 30-45 menit. Anak-
anak juga menikmati dunia anaknya karena
tidak disibukkan dengan berbagai macam les
pelajaran. Lalu, apa kegiatan mereka di luar
itu? Mereka bisa mengikuti berbagai macam
klub dan kegiatan untuk menyalurkan hobi.
Taman di berbagai sudut kota juga
menyediakan tempat bermain yang aman dan
nyaman.

Mau tahu isi tas sekolah mereka?
1-2 buku tulis
alat tulis
1-2 buku pelajaran
Bagaimana dengan di Indonesia?

Guru memberikan PR dalam jumlah yang besar.
Selain itu, anak juga masih berkutat dengan les
pelajaran (yang biasanya setiap hari untuk
SD). Tas sekolah siswa SD kita sangat besar
karena harus memuat berbagai macam buku.

Ketiga, siswa pendidikan dasar memiliki
pelajaran yang namanya INQUIRY. Saya tidak
tahu bagaimana menerjemahkannya dalam
bahasa Indonesia, jadi saya akan menceritakan
apa yang akan dipelajari anak. Mereka belajar
untuk mengenal diri sendiri dan lingkungan.
Belajar diri sendiri berarti mengenal diri. Anak
diminta untuk menuliskan kemampuan dan
kelemahannya. Anak juga diminta untuk
menuliskan angan-angannya. Pendek kata,
melalui INQUIRY ini, anak belajar untuk melihat
dirinya seperti apa.
Belajar mengenal lingkungan dimulai dari
situasi di rumah. Misalnya, anak diminta
mengamati hal-hal terkait dengan bangungan
tempat tinggalnya dan menuliskannya dalam
sebuah tabel yang telah disiapkan. Di bagian
lain, anak harus mewawancarai orang tuanya
dengan tema khusus, misalnya, pekerjaan,
masa kecil orang tua, dll. Anak juga
diperkenalkan dengan hal-hal terkait dengan
lingkungan hidup, pekerjaan, makanan dan
minuman, dll.

Dalam satu minggu, siswa belajar unit
INQUIRY ini 2-3 kali @ 45 menit. Bisa jadi,
alokasi waktu yang demikian panjang ini
dianggap tidak efisien karena bisa digunakan
untuk pelajaran lain yang dinilai lebih
bermanfaat. Namun, itulah yang terjadi di
Finlandia.

Keempat, situasi kelas dibuat tidak seperti
kelas. Lalu seperti apa? Kandang? Bukan!
Kelas dirancang sebagai tempat bermain.
Setiap siswa mendapat bangku yang memiliki
tempat untuk menyimpan buku dan pernak
pernik untuk keperluan sekolahnya.
Menariknya, posisi bangku ini bisa diubah
dengan mudah. Ini membuat situasi belajar
tidak membosankan.
Saya merindukan sebuah kelas yang dinamik
seperti ini di Indonesia. Mungkin sudah ada
beberapa sekolah yang menerapkannya, tetapi
jumlahnya terlalu sedikit jika dibandingkan
dengan total sekolah di Indonesia.

Kelima, dalam pengamatan saya, anak-anak
saya tidak terbebani dengan ulangan. Bahkan,
bisa dikatakan sekolah jarang sekali
mengadakan ulangan. Hal ini juga dikonfirmasi
oleh seorang teman yang sedang mengambil
program Master di bidang pendidikan. Dia
mengatakan bahwa sekolah-sekolah di
Finlandia jarang meneraplan ujian (ulangan)
tertulis.
Setahu saya, siswa SD (mungkin juga SMP dan
SMA) di Indonesia jarang melewatkan harinya
di sekolah tanpa ulangan. Ada yang
mengatakan bahwa ulangan adalah strategi
sekolah agar anak-anak belajar. Akan tetapi,
ini menjadi bumerang di kemudian hari. Jika
tidak ada ulangan, maka seseorang tidak
belajar. Hal ini menjadi bumerang bagi mereka
yang menjadi mahasiswa. Tidak ada ujian, tidak belajar. Akibatnya, ketidaklulusan menjadi
tanggung jawab dosen karena dosen tidak mengadakan ujian seperti saat di SD hingga SMA.

Itulah pengetahuan yang saya ketahui yang semoga bisa memperkaya kita semua untuk
memajukan pendidikan di Indonesia. Kalau
memang kita menghormati Ki Hajar Dewantara
sebagai Bapak Pendidikan Nasional, maka
sudah sewajarnya kita menerapkan pemikiran
beliau untuk memajukan pendidikan di
INDONESIA.

Salam untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Semoga semakin berjaya pendidikan INDONESIA .

MERDEKA!!!!!

1 Response to "PERBEDAAN SEKOLAH INDONESIA DENGAN SEKOLAH DI FINLANDIA"

  1. KAMI SEKELUARGA TAK LUPA MENGUCAPKAN PUJI SYUKUR KEPADA ALLAH S,W,T
    dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor togel.nya yang AKI
    berikan 4 angka [9797] alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI.
    dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
    ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu AKI. insya
    allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
    kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
    sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka main togel
    yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi KI JAYA WARSITO,,di no (((085-342-064-735)))
    insya allah anda bisa seperti saya…menang togel 870 JUTA , wassalam.


    dijamin 100% jebol saya sudah buktikan...sendiri....







    Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini !!!!


    1"Dikejar-kejar hutang

    2"Selaluh kalah dalam bermain togel

    3"Barang berharga anda udah habis terjual Buat judi togel


    4"Anda udah kemana-mana tapi tidak menghasilkan solusi yg tepat


    5"Udah banyak Dukun togel yang kamu tempati minta angka jitunya
    tapi tidak ada satupun yang berhasil..







    Solusi yang tepat jangan anda putus asah... KI JAYA WARSITO akan membantu
    anda semua dengan Angka ritual/GHOIB:
    butuh angka togel 2D ,3D, 4D SGP / HKG / MALAYSIA / TOTO MAGNUM / dijamin
    100% jebol
    Apabila ada waktu
    silahkan Hub: KI JAYA WARSITO DI NO: [[[085-342-064-735]]]


    ANGKA RITUAL: TOTO/MAGNUM 4D/5D/6D


    ANGKA RITUAL: HONGKONG 2D/3D/4D/



    ANGKA RITUAL; KUDA LARI 2D/3D/4D/



    ANGKA RITUAL; SINGAPUR 2D/3D/4D/



    ANGKA RITUAL; TAIWAN,THAILAND



    ANGKA RITUAL: SIDNEY 2D/3D/4D



    DAN PESUGIHAN TUYUL

    BalasHapus